Tentang PSSI

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) genap berusia 82 tahun pada 19 April 2012. Dalam rentang waktu sepanjang itu, tidak terbilang sumbangsih PSSI untuk kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Pendiri PSSI, Ir. Soeratin Sosrosoegondo, telah mewariskan begitu banyak pelajaran berharga bagi kita semua. Sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan, Soeratin, memperlihatkan kepada kita semua bahwa menjadi Ketua Umum PSSI tidak identik dengan kemewahan.

  

Soeratin meninggal dunia 1 Desember 1959  dalam kesederhanaan di rumah 4X6 meter berdinding bambu di Bandung pada usia 61 tahun. Soeratin tidak meninggalkan apapun, apalagi kemewahan kepada anak cucunya.

 

Seorang pejuang sepakbola sejati, memang tidak mengharapkan apapun. Soeratin, seorang insinyur sipil lulusan Jerman, telah memberikan contoh kebersahajaan kepada seluruh masyarakat sepakbola Indonesia.

 

Ketua Umum PSSI, Prof. Dr. Ir. Djohan Arifin Husin, dalam setiap kesempatan mengingatkan contoh hidup seorang Soeratin. Tangguh dalam berjuang, jujur dan bersahaja dalam menjalankan amanah organisasi.

 

PSSI adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada satu orangpun yang boleh merasa memiliki hak istimewa mengelola induk organisasi mulia seperti PSSI. Apalagi dengan cara-cara ilegal.

  

Tugas utama PSSI muaranya hanya satu. Yaitu menghasilkan tim nasional yang berjaya di level internasional. Karena itu masyarakat Indonesia akan semakin dirugikan, jika ada pihak tertentu, yang secara sistematis ingin merongrong upaya peningkatan prestasi sepakbola nasional.

 

PSSI sekarang dikendalikan seorang nahkoda yang tepat. Djohar Arifin Husin, adalah Ketua Umum dengan latar belakang sepakbola paling ‘’sempurna’’ sepanjang 82 tahun PSSI.

 

Fakta menunjukan, latar belakang Djohar Arifin sebagai orang bola, hanya tersaingi oleh Raden Maladi (Ketua Umum PSSI 1950-1959). Sebelum menjadi Ketua Umum PSSI, R. Maladi adalah penjaga gawang nasional yang tangguh.

 

Djohar pantas memimpin PSSI. Dia pernah menjadi pemain, pelatih, wasit, manajer tim, bahkan Ketua Pengda Sumut. Bukankah PSSI mendapat berkah dengan datangnya seorang anak kandung sepakbola Indonesia seperti Djohar Arifin Husin? Bukankah figur seperti ini yang kita cari selama 82 tahun?

 

Mahabintang sepakbola dunia, Franz Beckenbauer, mengatakan: ‘’sepakbola adalah sepakbola. Ketika anda membawanya ‘ke tempat lain’ dan ‘meramunya’ dengan aspek di luar sepakbola, itu adalah bentuk ‘penghianatan’ terhadap sepakbola. Saya tidak ingin melakukan hal itu.’’

 

Beckenbauer, pesepakbola paling sukses di dunia (membawa Jerman Barat menjadi juara dunia 1974 sebagai kapten dan juara dunia 1990 sebagai pelatih) menegaskan hal itu, ketika beberapa politisi Jerman mendekatinya dalam rangka pencalonan menjadi Kanselir Jerman tahun 1991.

 

Sepakbola adalah kompetisi. Pemain paling jenius seperti Pele, Maradona, Christiano Ronaldo, bahkan Lionel Messi, lahir dari ajang kompetisi. Pemain terbaik yang pernah di miliki Indonesia seperti Ramang, M. Saelan, Soetjipto Soentoro, Yacob Sihasale, Rony Paslah, Oyong Liza, Iswadi Idris, Johanes Auri, Nobon, Waskito, Herry Kiswanto, Ponirin Meka, Ricky Yacobi, Mustaqim, Firman Utina, Boas Salosa, Titus Bonai, dan seterusnya, semua lahir dari kompetisi. Tidak ada jalan pintas.

 

Karena itulah, PSSI dibawah pimpinan Johar Arifin Husin, akan lebih fokus menggerakan dan mendinamisasi kompetisi di semua level yang selama ini tersendat. Mulai dari usia dini (12 tahun), sampai kompetisi profesional di level atas.

 

Diperlukan transparansi khususnya informasi ke seluruh masyarakat sepakbola Indonesia. Dalam rangka itulah, masyarakat dapat mengakses situs resmi PSSI.OR.ID. Dari sini masyarakat bisa mengetahui secara pasti dan jelas, apa dan bagaimana PSSI dibawah pimpinan Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husin.      

                              

Bagikan ke sosial media

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, disingkat PSSI adalah organisasi induk yang bertugas mengatur kegiatan olahraga sepak bola di Indonesia. PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930 dengan nama awal Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia.

PSSI bergabung dengan FIFA pada tahun 1952, kemudian dengan AFC pada tahun 1954. PSSI menggelar kompetisi Liga Indonesia setiap tahunnya, dan sejak tahun 2005, diadakan pula Piala Indonesia. Ketua Umum PSSI sejak 9 Juli 2011 adalah Djohar Arifin Husin.

Foto-Foto

Foto Pertandingan Korea vs Laos Timnas Senior vs Belanda Kualifikasi AFF CUP U-19 - Laos vs Philippines Indonesia vs Laos Preskon BTN Preskon Menpora Cup 2013. Foto : hermansyah / PSSI

Video

Sambutan Ketua Umum Dalam Rangka Ulang tahun PSSI Bagimu Negeri - Indonesia

Kontak

GBK Pintu X-XI, Senayan P.O. Boz 2305 Jakarta, 10023
→ Email: pssi[at]pssi.or.id